SEORANG NENEK MENEMUI BAYI DAN MENJAGANYA, 15 TAHUN KEMUDIAN AYAH KANDUNGNYA DATANG DAN INI BALASAN YANG NENEK NI TERIMA! – MEDIA OHSEM

SEORANG NENEK MENEMUI BAYI DAN MENJAGANYA, 15 TAHUN KEMUDIAN AYAH KANDUNGNYA DATANG DAN INI BALASAN YANG NENEK NI TERIMA! – MEDIA OHSEM

Ada pepatah yang mengatakan, membesarkan anak itu ubat untuk tetap awet muda, tetapi kenyataannya tidak seperti itu, nenek yang berusia 60 tahun ini bertengkar dengan menantunya dan akhirnya diusir dari rumah.

Mulai dari kejadian inilah, nenek mulai hidup menggelandang dan bekerja demi membiayai dirinya sendiri. Pada suatu hari, saat nenek sedang menggelandang, tiba-tiba ia mendengar suara tangisan bayi terus menerus , perasaan nenek saat itu sangat terkejut dan dengan segera ia mencari di semak-semak dan tong sampah asal mula dari suara tangisan itu.

Ternyata benar bahwa ada sebuah bayi yang dibuang di tong sampah, dan bayi ini berjenis kelamin perempuan, tubuhnya penuh dengan ompolan dan kotor sekali. Nenek pun merasa tidak sanggup dan memutuskan untuk merawat bayi yang malang ini.

Nenek ini sungguh luar biasa, meskipun ia tahu bahwa membiayai anak itu memerlukan biaya yang besar, tetapi ia tetap tidak putus asa dan menyerah pada bayi tadi.

Ia bekerja keras sebagai pemulung dan merawat Yaya “Bayi yang ditinggalkan”. Yaya pun tumbuh sebagai gadis yang pandai dan tentu saja sehat walafiat.

Ternyata anak kandung nenek tahu, bahwa nenek menjadi pemulung yang tinggal di bawah jembatan dan membesarkan seorang budak (Yaya), anak kandung nenek dan isterinya pun merasa cemburu dan marah kepada nenek melihat Yaya di sayang sedemikian rupa, mereka menghasut nenek untuk meninggalkan Yaya.

Tentu saja nenek sudah tidak mendengarkan kata-kata mereka, nenek merasa orang yang menyakitinya dan mengusirnya adalah darah dagingnya sendiri, ia merasa Yaya tidak akan menjadi anak yang durhaka seperti anak kandungnya.

Tidak berhenti sampai disini saja, anak kandung dan isterinya tetap berulah! Mereka menyebarkan gosip buruk tentang nenek, gosip bahwa nenek selingkuh dan memiliki anak haram. Tetapi tindakan mereka ini tidak dihiraukan oleh nenek.

Yaya semakin dewasa, ia menjadi seorang anak yang sangat penurut, pandai dan baik hati, pada hari biasa, ia akan membantu nenek melakukan pekerjaan rumah, dan prestasi Yaya di sekolah sangat gemilang, dan ranking 1.

Bahkan ada beberapa sekolah yang mulai melirik Yaya dan memberikan tawaran yang menarik untuk masuk ke sekolah tersebut, lama-kelamaan Yaya mulai mendapatkan biasiswa dan hadiah wang sebesar 10,000 dari sekolah. Nenek sangat bangga terhadap Yaya.

Hidup Nenek dan Yaya sangat bahagia dan tentram, tetapi hidup tak selalu berjalan mulus, pasti ada kejutan-kejutan yang tak diduga.

Suatu hari, ada sebuah kereta mewah yang berhenti di depan rumah mereka, dan yang turun dari kereta adalah seorang presiden direktur dari perusahaan yang ternama.

Tujuan dari kunjungannya ada hubungannya dengan Yaya. Sepuluh tahun yang lalu, direktur ini kehilangan anaknya di hospital, ada seorang penjahat yang mencuri anaknya , awalnya penjahat ini ingin mencuri anak laki-laki, tetapi setelah didapati bahwa anak yang dicuri adalah perempuan, maka ia membuang bayi itu ke tong sampah (yaitu Yaya).

Setelah bertahun-tahun mencari penjahat yang menculik anaknya ini, telah ditelusuri bahwa disekitar kawasan ini yang umurnya seumuran dengan anaknya yang hilang adalah Yaya, jadi ada kemungkinan bahwa Yaya adalah anak kandung yang telah hilang selama 10 tahun.

Setelah melakukan test DNA, ternyata memang benar bahwa Yaya adalah anak kandung dari presiden tersebut. Saat itu nenek sangat terkejut, ia merasa sedih dan senang, sedih kerana Yaya akan meninggalkan dirinya, dan senang kerana ia tahu bahwa Yaya akan hidup enak dan terjamin.

Presiden Direktur sangat berterima kasih kepada nenek dan sebagai balas budi, ia memberikan kad debit yang berisi 40,000,000. Tentu saja nenek tidak ingin menerima wang ini, tetapi setelah dibujuk bahwa anggap saja wang ini adalah wang tabungan untuk Yaya, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada esok hari, sehingga nenek mau untuk menerima wang tersebut.

Berita bahwa Yaya adalah anak orang kaya dan nenek mendapat wang balas budi ini dengan cepat menyebar ke seluruh desa dan akhirnya sampai ke telinga anak kandungnya dan menantunya sekeluarga.

Setelah mereka mendengar akan kabar ini, mereka menghalalkan segala cara untuk membuat nenek tinggal kembali di rumah, mereka memberikan nenek makanan yang enak, baju, dan perhatian padanya.

Nenek juga belum pikun, ia tahu betul watak dan sifat anak dan menantunya itu, tetapi nenek hanya diam saja. Bahkan cucu nya juga ikut-ikutan untuk berusaha meminta wang ratusan juta itu dari nenek, sama seperti ayah dan ibunya.

Tetapi nenek menolak dengan sanggups, “Ini tabungan untuk Yaya!!”

Suatu hari, ada pencuri yang masuk ke rumah! Pencuri itu mau mencuri kad yang berisi puluhan ribu milik nenek. Nenek pun menolak dan akhirnya ia terkena beberapa tusukan sebelum sang pencuri lari, mendengar suara ribut-ribut, anak dan menantu langsung bergegas ke kamar nenek dan mengantar nenek ke hospital.

Detik-detik sebelum nenek masuk ruang UGD, sang anak pura-pura tidak punya wang, dan meminta nenek mengeluarkan kad nya, nenek tidak pikir panjang dan memberikan kad beserta kata sandi kepada anaknya.

Nenek pun berhasil selamat dari maut dan selamat, setelah keluar dari kamar operasi, anak, menantu dan cucu-cucunya pun tidak ada yang terlihat, dan mereka semua lari dengan wang ratusan juta milik nenek, bahkan biaya pengubatan nenek juga tidak dibayar.

Akhirnya nenek kembali ke rumah, dan disana mereka satu keluarga juga ada di rumah sedang santai-santai, sambutan untuk nenek pun tak terucap.

Saat nenek menanyakan kad debit miliknya, sang anak berpura-pura tidak tahu dan mengatakan kalau nenek pikun. Kerana sudah jalan buntu, akhirnya nenek meminta tolong tetangganya yang baik hati untuk menelpon Yaya.

Mendengar kabar ini, Yaya sangat marah dan langsung ditelusuri pengaliran dana nenek, akhirnya memang benar, semua wang milik nenek telah masuk ke akun bank anaknya. Yaya langsung melaporkan anak dan isterinya ke polis!

Dan yang paling mengejutkan lagi adalah ternyata yang menusuk sang nenek adalah anak dan menantunya, mereka menyamar sebagai pencuri dan ingin merebut kad berisi ratusan juta itu. Sungguh kejam sekali!!

Setelah kejadian itu, Yaya memindahkan nenek ke panti asuhan supaya hidupnya lebih damai, Yaya tidak ingin nenek tinggal di desa itu lagi, disana sangat bahaya. Pada saat tahun baru, Yaya juga akan menjemput nenek untuk merayakan hari besar itu bersama-sama.

Akhirnya Nenek bisa damai menjalani kehidupannya, tapi tragisnya adalah orang yang berbakti dan sayang kepada nenek bukanlah anak kandungnya, melainkan seorang anak yang tidak ada hubungan darah. Takdir itu sungguh tak bisa diduga! Selama kita berbuat baik, pasti menghasilkan buah yang baik!

Alih Bahasa : OHTrending.online



Sumber :MediaOhSem

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password