Nenek 80 Tahun Ini Membuka Warung Mie dan Laku Keras, Tapi Siapa Sangka Setelah Jiran Tetangga Tahu Siapa yang Membuatnya, Mereka Langsung Tidak Mahu Beli Lagi! – MEDIA OHSEM

Nenek 80 Tahun Ini Membuka Warung Mie dan Laku Keras, Tapi Siapa Sangka Setelah Jiran Tetangga Tahu Siapa yang Membuatnya, Mereka Langsung Tidak Mahu Beli Lagi! – MEDIA OHSEM

 

Di suatu kota, seorang nenek 80 tahun bernama Hasmah membuka sebuah warung mie baru. Warungnya ini laku keras, rasa masakannya pun sangat enak dan membuat ketagihan.

Tapi, tahukah kamu kalau mau makan mie buatan nenek Hasmah ini ternyata memerlukan pengorbanan? Setiap hari, nenek Hasmah hanya menjual 100 mangkuk mie, tidak lebih 1 mangkuk pun.

Banyak orang yang kemudian berkomentar, “Nenek ini sungguh pelik, sengaja menyusahkan pelanggan yang ingin membeli mie. Walaupun rasanya enak, kita tidak usah ke sini lagi ya!”

Tapi, setiap harinya tetap saja banyak orang yang datang dari pagi untuk boleh menikmati mie buatan nenek Hasmah. Nenek Hasmah yang melihat keadaan itu merasa sangat senang, “Saya tahu banyak orang ketagihan.”

Suatu kali, ada seorang pelanggan yang membeli satu mangkuk mie dan kemudian diam-diam menyelinap menuju dapur. Nenek Hasmah yang melihat hal itu langsung mencegatnya dan berkata, “Apa yang kamu lakukan? Apakah kamu tidak baca bahwa dilarang masuk ke dapur?”

Konsumen itu menjawab, “Aku cuma mau tambah 1 mangkuk mie. Memangnya apa yang disembunyikan di dapur sampai-sampai semua orang tidak boleh melihat ke dalam?”

Nenek Hasmah berkata lagi, “Kamu bicara sembarangan! Restoran mana yang memperbolehkan pelanggannya dengan mudah untuk masuk ke dapur? Apalagi di sini, bagaimana kalau kamu mencuri resepii rahsianya?”

Semakin nenek Hasmah berusaha mencegah orang masuk ke dapurnya, orang-orang malah semakin penasaran. Ada yang bilang pernah mendengar suara tangisan seorang wanita dari dalamnya dan lain-lain.

Mereka kemudian membulatkan tekad untuk meluruskan semua kabar yang beredar ini dan ingin memaksa untuk meilhat apa isi dapur nenek Hasmah sebenarnya.

Mereka lalu mendatangi warung mie nenek Hasmah, “Kami semua penasaran dengan isi dapur nenek. Pokoknya hari ini kami harus masuk dan melihatnya!”

Selesai mereka mengatakan kalimat itu, tiba-tiba dari dapur terdengar suara seorang wanita yang menangis.

Nenek Hasmah bergumam, “Mengapa dia harus menangis sekarang?”

Dengan enggan nenek Hasmah membuka pintu dapur. Seketika orang-orang itu melihat seorang wanita yang sedang membuat adonan mie sambil menangis dan menyanyikan lagu yang tidak mereka mengerti.

Tiba-tiba ada seseorang yang berkomentar, “Mana boleh mempekerjakan orang gila di dapur?”

Nenek Hasmah menjawab, “Ia berasal dari desa yang sama denganku. Tahun lalu suaminya meninggal dan ia sangat terpukul kerananyanya. Tapi mie buatannya sangat enak, kerananya itulah aku membuka warung mie ini. 100 mangkuk mie yang dijual per hari itu semuanya dibuat dalam pengawasanku dan aku jamin semuanya aman.”

Nenek Hasmah menambahkan, “Semua mie yang dijual itu adalah mie yang dibuat saat ia belum mulai menangis, jadi benar-benar aman.

Resepi mie ini adalah ia dan suaminya yang menemukan, sehingga ketika membuat mie ini, ia boleh tiba-tiba teringat suaminya yang sudah meninggal dan ia akan langsung menangis.

Kerana itu aku membatasi hanya menjual 100 mangkuk saja per hari. Mie yang kena air mata ini tidak akan dijual kepada kalian, lihat saja, semuanya aku buang ke sini.”

Nenek Hasmah kemudian menunjukkan sebuah tempat sampah besar yang berisi banyak adonan mie.

Apakah kalian tahu bahwa hidupnya berkekurangan? Ia masih harus membesarkan seorang anak, sehingga memohon kepadaku agar membuka sebuah warung mie dan aku pun setuju.

Sekarang, nasib warung ini aku serahkan pada kalian semua, apakah masih akan buka atau malah tutup.” Sebenarnya, nenek Hasmah bahkan tidak mengambil keuntungan sesen pun dari warung mie ini.

Orang-orang itu berkata, “Mie hari ini kami memang tidak mau makan, tapi besok dan seterusnya kami masih akan datang ke sini untuk makan.”

Begitulah warung mie itu tetap buka dan ketika anak wanita itu tumbuh besar, nenek Hasmah dan wanita itu menutup warung mie. Sebelum pergi dari sana, anak wanitu itu membungkuk pada orang-orang dan berkata,

“Terima kasih…”

Alih Bahasa : OHTrending.online

Sumber :MediaOhSem

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password